Skip to main content

Posts

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…
Recent posts

#MeInPKNSTAN 15 - Surat Cinta 1F

Assalamualaikum wr. wb. Selamat Pagi/ Siang/ Malam teman ! Aku tidak tahu secara pasti siapa engkau sebenarnya karena kadoku ini bisa jatuh ke tangan siapapun saat pengundian. Tapi yang pasti, engkau adalah salah satu orang paling berarti dalam hidupku karena engkau bagian dari keluarga 1F. Ohiya, sebelumnya izinkanlah aku untuk meminta maaf karena kesederhanaan kado ini, semoga engkau menyukainya.
Teman, ternyata waktu tiga tahun berlalu begitu cepat yaah. Ga terasa, kayanya baru kemarin aja kenalan ama Tia, orang pertama yang ku kenal di 1F. Kayanya baru kemarin juga aku sama Tahta ngobeng soundsystem biar bisa bersuara lagi dan juga kayanya baru kemarin Ka Dilla minta tips – tips tentang LDR, yaa walaupun sekarang yang jauh sudah tergantikan sama yang selalu ada dan setia ya Kak, huahua. Semoga langgeng Kaak, dan segera nikah yak ! Ga baik terlalu lama pacaran atuh, masa kaya kredit motor #kaburr

Seiring waktu berlalu, banyak cerita tertulis, kenangan terbukukan, serta memori tersimp…

Aku, Ibu Menteri, dan Sebuah Harapan yang Pernah Hilang

Hari itu adalah hari peresmian perubahan STAN menjadi PKNSTAN. Aku duduk sendiri di salah satu tribun Student Center (SC), menghitung - hitung souvenir yang aku dapat, dan meratapi betapa sepinya diriku saat itu. Oktober 2015, bulan dimana terjadi transisi dari tingkat satu ke tingkat dua. Saat itu teman - teman tingkat satu sudah mulai punya teman sendiri, sedangkan aku belum begitu dekat dengan teman tingkat dua, ditambah kesibukan mengajar yang semakin menjadi. "Faisal?", seseorang menyapaku. Aku menoleh, dan ternyata Diah sudah berdiri di sampingku. Diah adalah teman Dinamika-ku dulu, teman survey Kota Tua bareng Raka Toriq dan Rakanita Ilun. Meskipun kami berbeda jurusan, dalam beberapa kesempatan kami bertemu karena Diah sangat aktif jadi panitia berbagai acara kampus, sedangkan aku aktif jadi pencari souvenir di acara - acara kampus, hehe. Jadilah aku punya teman ngobrol sambil menikmati acara peresmian tersebut.
"Menteri Keuangan beserta pejabat memasuki ruangan.…

#MeInPKNSTAN 11 - Rintik Perpisahan SPC di Sore Hari

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 6 November 2017, sang Maestro lapangan hijau, Pirlo, mengumumkan pensiun dari sepak bola. Berita itu membuka kembali memori lamaku, tentang Jumbo, Lukas, Harun dan teman - teman SMP lain yang kebetulan sama - sama gila bola dan  sering bertanding PES di kelas. 27 Tahun bukan waktu yang singkat dalam berkarir, kawan, tapi ketika sudah sampai waktunya, maka akan ada saatnya kita mengucapkan salam perpisahan. Kadang, bukan karena kita mau, tapi memang ada sebuah akhir yang telah menunggu. Menyisakan memori kenangan dan rindu.

Allahumma Shoyyiban Nafi'an. Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat. Dua hari ini, hujan turun tanpa bosan. Kombinasi  dingin hujan dan empuknya sofa membuatku terlelap dari siang hingga sore. Ku lihat lampu notifikasi HP di atas meja  berkedip biru, lain dari biasanya, mengabarkan ada SMS masuk. "Saldo Masuk ?" gumamku bingung. Masih dalam proses mengumpulkan nyawa, aku buka beberapa chat WA. Ternyata, ada chat da…

MeInPKNSTAN 10 - "Nanti Nikahnya Umur 27 Tahun ya Mas!", Ujar sang Kakek

Hari ini adalah hari Jumat. Jam dinding masjid An Nashr menunjukkan pukul 10.00 lebih sedikit, yang artinya Sholat jumat masih lama dimulainya. Aku menunggu balasan dari Tahta tentang revisi sertifikat teman -teman panitia TPP 2017 yang barusan dikoreksi oleh Pak Tom. "Mau pulang tanggung", pikirku. Akhirnya meluncur lah aku ke masjid di samping kampus. Suasana masjid masih sepi. Hanya ada satu dua mahasiswa baru yang kebetulan mungkin sudah selesai kuliah, duduk untuk menunggu Sholat Jumat. Aku duduk di pojok belakang masjid, karena ini tempat yang paling strategis untuk bersandar dan bersantai. Dari kejauhan ku lihat ada seorang kakek yang mengobrol dengan seorang mahasiswa, asik betul pikirku. Lalu, aku kembali larut dalam lamunan panjangku.

"Masih kuliah atau sudah bekerja, Mas ?" Aku kaget, ternyata kakek yang tadi kulihat, sudah duduk disampingku. "Masih kuliah Pak, D3, tapi hari selasa besok sudah wisuda, hehe", jawabku. "Wah, bagus itu, nanti…

#MeInPKNSTAN 9 - 6 Srikandi, 1 Arjuna, dan 1 Bathara Guru : Fasilitas PPN

Beliau merupakan dosen favorit di kampus, khususnya di jurusan pajak. Dulu ketika plotting mata kuliah dan dosen pembimbing KTTA (Tugas Akhir untuk D3 STAN), lebih dari 50% mahasiswa yang mata kuliahnya di bidang PPh PotPut memilih beliau sebagai dosen pembimbing. Kami dari Tim KTTA dibuat pusing tujuh keliling, karena kuotanya cuma 8 orang, tapi peminatnya berkali - kali lipat. Belum lagi, sebagai Kabid KTTA, salah - salah bisa diterkam satu angkatan, haha. Bersyukur aku punya  anggota tim KTTA yang suupppeer sekali, dimana kita adalah tim tangguh, pantang pulang sebelum menaaang ~. . .  ooo... pulang malu ga pulang rindu, (eh jadi kebablasan nyanyi lagu armada). 
Dosen tersebut adalah Pak Benny Setiawan. Selain karena dua semester sebagai mahasiswa beliau, hal yang paling ku ingat adalah ketika diberikan kesempatan menggantikan beliau mengajar brevet pajak bersama Verdy. Pengalamanya dapat, uang saku juga jadi berlebih, huehue. Mungkin akan ku ceritakan salah satu kesempatan berhar…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …