Skip to main content

Mengetahui Blog Dofollow Or Nofollow


Ngomong-ngomong tentang blog dofollow, saat ini susah yah cari blog dofollow yang gratisan. Tapi bukan itu bahasan saya sekarang. Sekarang saya mau sharing tentang cara mengetahui blog tersebut merupkaan blog dofollow atau tidak, sebenarnya langkahnya cukup mudah, dan tidak terlalu panjang. Berikut langkahnya,
Langkah - Langkahnya
1. Buka Blog Yang Akan Anda Check
2. Setelah selesai loading, tekan ctrl + U bersamaan
3. Tunggu hingga muncul source kode dari situs tersebut
4. Setelah itu cari kode rel="dofollow" atau tulis ctrl + f dan isi dengan kode tersebut atau follow. Jika ada kata nofollow berarti nofollow dan sebaliknya
5. Nah sudah selesai tutorialnya

Oke, sudah fahamkah? kalau belum bisa di tanyakan di comment. Terimakasih :)
Advertise with my Blog

Comments

  1. trick nya simpel aja ternyata ya, n mau tambahin, selain pake cara tersebut ada juga cara lain yaitu dengan menggunakan addon firefox yang namanya SEOQuake, dengan addon ini kita bisa mengatur untuk setiap link yang nofollow akan diberi garis berwarna merah secara otomatis

    ReplyDelete
  2. Wah ini saya ndak terlalu ngerti pak, entah di blog saya itu pake do follow atau nggak saya juga nggak tau ... Salam kenal.

    ReplyDelete
  3. @cari uang tambahan: Thanks untuk info tambahanya.. saya akan coba..

    @dd3n :gampang mas! tinggal masuk ke edit html terus cari follow. Kalo ketemunya re="dofollow" berarti blognya dofollow kalo sebaliknya berarti nofollow

    ReplyDelete
  4. gan tau situs yg nyediain backlink dofollow ga?
    sl y susah bngt nyari yg dofollow.
    trims ya gan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …