Skip to main content

Softball


a. Softball merupakan permainan beregu. Untuk Dapat memainkanya, pemain softball harus bisa mengusai teknik melempar, memukul, menangkap serta berlari.

b. Lapangan Softball
Bantuk dari lapangan softball adalah segi empat, dengan panjang sisi 16,76 meter. Jarak anatara pitcher plate (Tempat Melempar) ke homebase adalah 13,07 meter. Untuk ukuran pitcher plate sendiri berukuran 65 x 15 meter.

c. Perlengkapan Softball
- Perlengkapan Penjaga.
Sarung tangan dengan kulit tebal dengan berat 283,3 gram.
Pelindung muka dan kepala atau master mask
Pelingun badan atau body protector
- Alat
Bola dari kulit putih dengan berat 190 gram dan berdiameter 30 cm
Tongkat pemukul dari kayu atau alumunium dengan panjang 83 cm

Dalam permainan softball, permainany beregu. Tiap regu beranggotakan 9 orang. Di dalam lapangan softball dilengkapi dengan 4 homebase. Ketiga homebase berukuran 38 x 38 dengan tebal 5 - 12 cm. Sedangkan homebase ke-4 mempunyai ukuran 42 x 32.

Dalam permainan softball, terdapat beberapa posisi - posisi pemain antara lain,
1. Pitcher
2. Catcher
3. First Base man
4. Second Base man
5. Third Base man
6. Short Stop
7. Left Fielder
8. Center Fielder
9. Right Fielder

d. Jenis - Jenis Melempar Bola Dalam Softball
- MelemparAtas
- Melempar Samping
- Melempar Bawah

e. Macam Teknik Menangkap Bola Dalam Softball
- Bola Bergulir Di Tanah
Bola disongsong dari arah datangnya bola dengan merundukkan badan
- Bola Lambung
Posisi pemain harus tepat pada jatuhnya bola sehingga bola dapat dikuasai secara penuh
- Bola Lurus
Kedua tangan di depan dada, lengan sedikit bengkok dan rilex

f. Macam Pukulan Dalam Softball
Memukul bola dengan ayunana (Swing)
Memukul bola tanpa ayunan (Bunting)

Comments

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …