Skip to main content

Apakah Kloning itu ?


Kloning - Kloning berasal dari bahasa yunani kuno, clone, yang artinya ranting atau cangkokan. Clone dalam bahasa inggris artinya penghasilan makhluk hidup baru tanpa proses seksual. Istilah Clone di kemukakan pertama kali oleh Herbert Webber pada 1903. Percobaan kloning sudah banyak dilakukan oleh banyak pakar seperti Robert Brigs dan Thomas J. King kloning pada katak, kemudian John B. Gurdon pada katak juga, dan Steen Willadsen mengklone sapi pada tahun 1986.

Pada tahun 1996, Ian Wilmut melakukan kloning pada domba dengan 277 percobaan dan hanya 29 yang berhasil menjadi embrio serta hanya satu yang berhasil dilahirkan yaitu domba kloning yang terkenal yaitu Dolly.

Tahapan - tahapan daripada kloning adalah sebagai berikut, pertama - tama ilmuan akan mengambil sel telur dari domba A, dan sel somatik(sel tubuh) dari domba B. Kemudian, nukleus dari sel telur domba A dihilangkan, dan Nukleus dari sel somatik domba B diambil kemudian nukleusnya tersebut di transplantasikan ke sel telur domba A yang sudah tidak berinti tadi sehingga sel telur tersebut mempunyai inti lagi dari inti sel somatik domba B. Kamudian, sel telur tadi akan berkembang menjadi embrio dan setelah menjadi embrio maka embrio tersebut akan ditanam ke rahim domba A. Ketika anak domba hasil kloning tadi lahir, maka anak domba tersebut akan sama persis dengan B.

Comments

  1. Badenguk'i. arep tak posting malah kedisikan koe !!!

    ReplyDelete
  2. oh gini toh blog itu :D, keren gan, simple tapi unik :D

    ni aku gan dari kaskus :D

    comment balig ya :)

    ReplyDelete
  3. hehe... makasih atas kunjungan ke blog ane gan... :D Ane ke TKP blog agan dulu yah... :D :ngacir2:

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …