Skip to main content

Perbandingan Teknologi US, Jepang, Indo



Saya mau sedikit cerita nih,... sedikit joke sih, cuma inget pernah baca dulu di forum. Begini ceritanya. Suatu hari ada penelitian besar tentang sejarah perkembangan teknologi antara indonesia, amerika, dan Jepang. Sejarawan antara ke-3 negara tersebut menggali tanah di negara mereka masing-masing karena mungkin ada fosil - fosil atau benda bersejarah masa lampau tentang teknologi ada yang tertinggal.
Cerita pertama di Amerika Serikat. Disana sejarawan menggali hingga kedalaman 2000 meter di bawah permukaan tanah dan menemukan benda layaknya kabel LAN. Sehingga sejarawan dan ilmuan Amerika sana menyimpulkan dengan bangga di depan kedua negara (Jepang dan Indonesia) bahwa Amerika telah mengenal Kabel LAN sejak 2000 tahun yang lalu.
Tidak mau kalah, sejarawan dan ilmuan dari jepang menggali tanah mereka untuk mencari benda - benda bersejarah. Sehingga mereka menemukan sejenis kabel optik pada kedalaman 3000 meter dibawah permukaan tanah. Dengan bangga Ilmuan dan Sejarawan Jepang menyimpulkan bahwa di Jepang kabel optik telah dikenal sejak 3000 tahun yang lalu.
Nah, sekarang tinggal ilmuan dan sejarawan Indonesia. Mereka menggali hingga kedalaman 4000 meter tapi tidak ada tanda - tanda peninggalan sejarah. Kemudian 5000, 6000, dan terakhir 7000 meter dibawah permukaan tanah. Setelah menggali tidak ada juga, para ilmuan dan sejarawan Indonesia menemui Ilmuan dan Sejarawan Jepang dan US, dan mengatakan kesimpulan mereka bahwa Indonesia Sudah mengenal teknologi Wireless sejak 6000 tahun yang lalu.. hehehe..... hebat bukan Indonesia itu?

Dulu Kalo ga salah pernah baca ini di forum kaskus.us

Just For Fun

Comments

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …