Skip to main content

Wink Glasses - Kacamata Unik



Kali ini saya mau share tentang sebuah kacamata unik hasil kreasi negeri matahari terbit, siapa lagi kalo buka Jepang. Wah, negeri ini emang ga abis2nya ngeluarin inovasi terbaru di berbagai bidang utamanya di bidang teknologi #wah, kapan yah indonesia juga bisa ? ~plak~#. Kacamata yang disebut Wink Glasses ini di ciptakan oleh Masunaga Optical Jepang. Kacamata ini memang cocok digunakan para blogger #kaya ane neh ~gubrak~# maupun para gamer karena kacamata ini dapat membuat para pemakainya berkedip. Wow, keren memang. Kacamata ini, bisa membuat para pemakainya #blogger ~ gammer# untuk mengedipkan mata setiap 5 detik, caranya ialah, kacamata tersebut akan mem-blok pandangan mata anda dengan semacam kabut pada lensa kacamata anda sampai anda mengedipkan mata #wew, misalkan pas maen pes mau mencetak goal kena kabut gini gimana yah ? ~thinking~#. Kacamata ini mampu bertahan selama 8 jam tanpa di charge #waduw, kacamata perlu di cas juga ? ~shocked~# dan dapat di charge melalui usb komputer atau laptop anda semua. Untuk harganya pun tidak terlalu mahal, hanya dengan $150 anda sudah mendapatkan satu buah kacama unik ini #~gubrak~ adsense belum dapet earning, harga $150 ? Wadefak.!!!. :D#. Wa.. kalo di liat sih emang unik yah ? tapi harganya, kaga nahan!!! Tapi emang bermanfaat seh kalo buat game addicted atau para blogger yang pandanganya tidak dapat berkedip jika sudah di depan monitor #~hehehe~# ... sekian dolo dari microdetic....

Comments

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …