Skip to main content

Story #3 Good Bye Paul Walker

Hari ini aku awali dengan lari pagi bareng mas dama muter – muter komplek perumahan. Sempet ngos – ngosan karena mas dama staminanya kaya onta (maaf mas, hehe), jadi aku ketinggalan jauh di belakang, tapi akhirnya aku bisa sampai asrama duluan. Hehe. Entah kenapa hari ini aku rasanya seneng banget, kaya hidup ini terasa ringan banget, mungkin karena acara NTS semalem yang sukses kali yah, hehe, Ohya, ngomong2 tentang NTS walopun Cuma jadi pagar betis, tapi seru juga lho. Aku juga bantu konsumsi ( bantu dwi sih -_-) jadi tukang jaga stand, sambil curi2 makanan di situ :p

Ohya, tadi pagi abis beres2, langsung cabut ke kampus. Gatau kenapa pengen aja internetan di kampus :p. Duduk di selasar timur KPFT, langsung dah tancap gas buat berselancar di internet. Mulai dari buka FB di tab pertama (wajib nih, wkwk), browsing sana – sini, cek website embassy, sama yang terakhir ngaskus. Nah, pas ngaskus ini lah aku menemukan berita yang cukup mengagetkan, khususnya bagiku. Ada thread yang share kalo Paul Walker (tahu kan ? tokoh utama film Fast and Furious sebagai bryan) meninggal karena kecelakaan, n mobilnya meledak. Sumpah, aku ga percaya, aku kira itu Cuma hoax kaya Jackie Chan beberapa waktu yang lalu. FYI, aku penggemar film Fast n Furious nih, film balapan yang paling pertama kali aku tahu, mulai dari pas aku masih SD dulu. Dulu pertama liat di tv, gilee, keren banget filmnya. Si bryan sama si item (aku lupa namanya, kalo ga salah namanya raymond), jadi agen polisi untuk jadi sopir mafia. Keren banget dah aksinya pas itu, balapan sama strateginya keren2,  :D kocak juga mereka berdua, wkwk. Terus aku cari tuh, masa sih beneran. Mulai dari youtube, cari di google, website berita luar negri, dan yang lain. Dan, ternyata memang bener si Paul kecelakaan #berdukas T.T. Di twitter n di fbnya dia juga udah mengklarifikasi kalo emang si Paul udah beneran meninggal. Yah, apa boleh buat, sebagai fans aku juga sedih tau berita ini, mana katanya meninggalnya sabtu kemarin (30 november). Aku masih ga percaya kalo Fast n Furious bakalan ga ada bryan yang dimainin Paul Walker yang udah main sejak FF1 dulu (dari tahun 2001 kali ya –a). Good Bye Paul Walker, Fast n Furious akan tampak berbeda tanpa kehadiran dirimu. 





Comments

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …