Skip to main content

#MeInPKNSTAN 9 - 6 Srikandi, 1 Arjuna, dan 1 Bathara Guru : Fasilitas PPN

Beliau merupakan dosen favorit di kampus, khususnya di jurusan pajak. Dulu ketika plotting mata kuliah dan dosen pembimbing KTTA (Tugas Akhir untuk D3 STAN), lebih dari 50% mahasiswa yang mata kuliahnya di bidang PPh PotPut memilih beliau sebagai dosen pembimbing. Kami dari Tim KTTA dibuat pusing tujuh keliling, karena kuotanya cuma 8 orang, tapi peminatnya berkali - kali lipat. Belum lagi, sebagai Kabid KTTA, salah - salah bisa diterkam satu angkatan, haha. Bersyukur aku punya  anggota tim KTTA yang suupppeer sekali, dimana kita adalah tim tangguh, pantang pulang sebelum menaaang ~. . .  ooo... pulang malu ga pulang rindu, (eh jadi kebablasan nyanyi lagu armada). 
Modul Fasilitas PPN

Dosen tersebut adalah Pak Benny Setiawan. Selain karena dua semester sebagai mahasiswa beliau, hal yang paling ku ingat adalah ketika diberikan kesempatan menggantikan beliau mengajar brevet pajak bersama Verdy. Pengalamanya dapat, uang saku juga jadi berlebih, huehue. Mungkin akan ku ceritakan salah satu kesempatan berharga tersebut suatu saat nanti, kawan. Hal lain yang membuatku sangat kagum dengan beliau, yaitu disamping kesibukan yang padat, beliau juga merupakan seorang pengarang buku. Bagiku, bisa menulis sesuatu adalah suatu hal yang luar biasa. Ketika kumpulan tulisan dijadikan  buku, suatu hal yang super. Bukunya ada pembacanya, lebih super lagi. Karena kata Imam Ghazali, bila engkau bukan anak raja dan bukan pula anak seorang ulama besar, maka menulislah! 
6(A)syik with Pak Benny
Suatu sore, ketika sedang kuliah ALK Pak Nana, ada PM masuk. Beliau adalah Pak Tom, dosen PPNku tingkat dua dulu, Dosen Pembimbing KTTA, dan juga Kaprodi Pajak, yang mengirimkan pesan untuk datang menghadiri koordinasi & pengarahan pembuatan bahan ajar. Karena kebetulan KTTAku memiliki tema yang sama dengan bahan ajar yang mau dibuat dan aku masuk daftar mahasiswa yang mendaftar menjadi asisten dosen beliau-walaupun akhirnya tidak bisa mengajar karena aku sudah termasuk mahasiswa tua--, aku dimasukkan ke dalam tim editor dari kalangan mahasiswa untuk buku Fasilitas PPN bersama Ratih, Lolita, Diana, Esya, Maya, dan Yosian. Lengkap sudah tim penyusun bahan ajar PPN dengan seorang Bathara Gurunya Pak Tom, bersama enam wanita srikandi, dan seorang arjuna, karena diantara tujuh orang tim dari mahasiswa, aku yang paling ganteng, haha

Tim Mahasiswa Modul Fasilitas PPN
Tim Mahasiswa Modul Fasilitas PPN
Kami hanya diberikan waktu tiga minggu, dari awal juni, dan pada tanggal 22 Juni 2017 softcopy final buku harus sudah dikirimkan ke pihak berwenang. Sebenarnya, penyusunan buku bahan ajar ini harusnya lebih mudah. Aku mendapatkan bagian dua Bab, yaitu tentang Free Trade Zone dan Kawasan Ekonomi khusus, yang kebetulan memang pokok bahasan di dalam KTTAku. Tapi, yang menjadi tantangan utama kami saat itu adalah waktu, dimana akhir mei hingga awal juni merupakan waktu - waktu UAS Semester 6-UAS terakhir selama aku kuliah di STAN- dan dikejar pula KTTA yang harus dikumpulkan tanggal 16 Juni, baik sebagai mahasiswa yang menyusun, maupun sebagai penanggung jawab KTTA teman - teman angkatan pajak di TPP2017. Sehingga, copy-paste materi dari KTTA ke bahan ajar tidak sesederhana seperti yang kubayangkan. Mengerjakan KTTA di kala UTS, mengerjakan Bahan Ajar dikala seharusnya mengerjakan KTTA, hingga revisi semua bab III yang aku kerjakan saat UTS tak terhindarkan. Padahal, pengumpulan KTTA tinggal menghitung hari, pengumpulan bahan ajar pun tak mau ketinggalan menunggu waktu.

Salah Satu Masterpiece PotPut Terbaik & Terlengkap

Tapi, badai pasti berlalu bukan ? Di akhir akan nampak lautan yang damai dan matahari pun teggelam menghasilkan sunset yanng begitu indah nun jauh di ujung horizon. Setelah penambahan  beberapa referensi dan koreksi yang diberikan oleh sang Bathara Guru agar tulisanku yang amburadul bisa layak dibaca, akhirnya dua bab yang menjadi tanggung jawabku bisa dikirimkan ke Lolita- penanggung jawab pengumpulan materi.

Pak Tom, Salah Satu Dosen dan Inspirator Terbaik
Akhirnya, walaupun masih kalah jauh pakai banget beberapa parallax second jaraknya dari Pak Benny, sedikit banyak pengalaman untuk menyusun sebuah buku yang "layak" untuk dibaca dan ada pembacanaya (adek kelas, red) bisa terwujud di sisa - sisa akhir nafasku di kampus Ali Wardhana. Hal tersebut tak lepas dari kesempatan berharga sebagai bagian dari tim mahasiswa yang diberikan oleh Pak Tom. So Much Thank You Mr. Tom :)

*Seseorang yang Menunggu Ibunya di Pojok Ruangan Kelas.
Sebuah Sekolah di Pinggir Desa, 31 Oktober 2017

Comments

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …