Skip to main content

#MeInPKNSTAN 15 - Surat Cinta 1F


Assalamualaikum wr. wb.
Selamat Pagi/ Siang/ Malam teman !
Aku tidak tahu secara pasti siapa engkau sebenarnya karena kadoku ini bisa jatuh ke tangan siapapun saat pengundian. Tapi yang pasti, engkau adalah salah satu orang paling berarti dalam hidupku karena engkau bagian dari keluarga 1F. Ohiya, sebelumnya izinkanlah aku untuk meminta maaf karena kesederhanaan kado ini, semoga engkau menyukainya.

                Teman, ternyata waktu tiga tahun berlalu begitu cepat yaah. Ga terasa, kayanya baru kemarin aja kenalan ama Tia, orang pertama yang ku kenal di 1F. Kayanya baru kemarin juga aku sama Tahta ngobeng soundsystem biar bisa bersuara lagi dan juga kayanya baru kemarin Ka Dilla minta tips – tips tentang LDR,  yaa walaupun sekarang yang jauh sudah tergantikan sama yang selalu ada dan setia ya Kak, huahua. Semoga langgeng Kaak, dan segera nikah yak ! Ga baik terlalu lama pacaran atuh, masa kaya kredit motor #kaburr
            
(F)untastic


    Seiring waktu berlalu, banyak cerita tertulis, kenangan terbukukan, serta memori tersimpan. Aku kagum dengan keluarga ini, meskipun telah terpisah waktu yang cukup jauh, hampir dua tahun, tapi tetap semangat untuk berkumpul lagi, bernostalgia dengan masa lalu dan merajut masa depan.

                Keluarga 1F merupakan keluarga kedua yang aku punya. Sebuah sistem dimana elemen di dalamnya saling bekerja sama untuk secara kompak membangun keserasian menghadapi kerasnya dunia STAN. Ka Dilla, Adis, Amanda, Rara yang mereka kompak bersahabat, tapi aku salut, mereka bisa menularkan kekompakanya ke teman – teman kelas yang lain. Grup Futsal yang cowo pun demikian, kompak kalau main, dan kompak juga kalo kalah, haha Satu kenangan yang ga bisa aku lupakan dari Grup Futsal justru ketika main basket buat Taxer Games. Karena aku ga pernah main basket yah, asal aja gitu mainya, akhirnya pelanggaran dan gatau kalo itu pelanggaran. Pas wasit tanya siapa namanya, secara spontan Radix karena tau aku gabisa main basket, maju kedepan, dan berkata “Saya yang melanggar”. Wuiih, kalo aku cewe, aku udah daftar jadi pacarnya Radix tuh, kan so sweet :3

                Meskipun dalam perjalanan kita pasti ada suka dan duka, justru kekuatan sebuah keluarga terletak pada bagaimana cara kita bertahan untuk mengatasi segala masalah yang ada, bukan ? Setelah memutuskan meninggalkan kampusku yang lama, aku engga terfikirkan bakal memiliki kalian, teman. Bahkan untuk sekedar belajar kelompok yang disarankan rakanita ketika dinamika pun aku pesimis jika menilik pergaulanku sebelumnya. Cupu, anti-sosial, pendiam, dan ga suka bergaul, aaah sudah laah.. Tinggalkan masa lalu, yang jelas, setelah mengenal kalian, aku jadi sadar, harus ada yang berubah dari diri ini. Aku akhirnya bisa berubah, dan itu karena kalian.

                Teman, sejujurnya, ketika aku pindah ke STAN, aku hampir tidak memiliki teman – teman untuk bernaung. Sahabat yang bisa diajak tertawa bersama, ataupun merasakan dibully oleh teman – teman yang lain. Aku bersyukur sekali memiliki kalian, aku banyak berhutang budi kepada kalian. Aku meminta maaf atas segala kesalahanku dalam bertutur kata ataupun dalam bersikap. Jujur, tak pernah ada niat hati sengaja melakukan hal tersebut. Pernah suatu kali aku dikacangin Ka Dilla ketika aku bertanya sesuatu, dan jujur aku gatau sebabnya sampai sekarang hehe. Aku minta maaf Kak, ampuun kaak, ampuuun. Untuk teman – teman yang lain, aku yakin pasti banyak kesalahanku. Aku juga minta maaf, meskipun tidak semudah itu memberi maaf ya teman, tapi aku yakin, Keluargaku adalah keluarga pemaaf, makanya aku sayang kaliaaan 😊

                Perjalanan kita di STAN harus segera berakhir, tapi yang pasti, perjalanan kita sebagai keluarga 1F tidak akan ada ujungnya. Dimanapun engkau ditempatkan, teman, aku berharap Allah Subhanahu Wata’ala selalu bersamamu. Jangan lupakan aku, seseorang yang pernah menjadi bagian dari kalian. Seseorang yang telah kalian sadarkan tentang indahnya kebersamaan, indahnya kesuksesan kalau dicapai secara bersama, dan indahnya sebuah keluarga meskipun jauh dari orang tua. Yaaa.. minimal kalau ada yang nikahan mengundang teman – teman yang lain lah, atau share di grup kelas gituu.

                Satu nasihat yang selalu ku ingat, dan sekarang baru ku sadari kalau itu benar. Aku tidak akan menangis karena berpisah denganmu, teman. Aku justru akan tersenyum bahagia, karena sesuatu itu pernah ada dan akan terus ada, dan sesuatu itu adalah Keluarga 1F.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

#Dari Seseorang yang Tanpamu Aku Hanya Butiran Debu.
12 September 2017

Comments

Popular posts from this blog

Satu, yang Seperti Itu

Aku duduk di kursi, ditemani secangkir kopi yang gakbikinkembung di meja dan sebuah buku di depan kacamata. Ini buku kedua yang kubaca malam ini untuk menemani sepi. Bukan malam, pukul 2.00 sudah masuk waktu pagi. Namun, tetap saja, kabarmu tak kunjung tiba. Kelopak mata atas dan bawahku pun tak kunjung bertegur sapa. Aku tak berdaya. Seandainya aku di sana, aku takkan membiarkanmu sendiri.
“Mas, maaf ya. Aku ada masalah fatal di kantor dan harus segera ke luar kota malam ini. Aku izin ditemenin supir kantor ya” ucapmu tadi sore.

Aku tersentak. Perjalanan malam dengan medan bukit dan hutan sejauh 80km bukanlah hal yang menarik untuk dibayangkan. Terutama oleh aku di sini, 1346km dari kamu. Berkas sidang di mejaku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi apa daya?

Amour Vincit Omnia, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya. Tapi, sejak aplikasi trave*loka tak banyak membantu, aku bisa apa? Aku menyerah. Menyerah pada jarak yang terbentang di antara kita. Aku pun hanya bisa berdoa. Menitipkan dirimu kepada…

#MeInPKNSTAN 2 - (Seleksi Kompetensi Dasar) SKD Lulusan PKNSTAN 2017 !

Jika ada hal yang membuatku tertekan semenjak tingkat satu berkuliah di PKNSTAN, jawabanya bukan karena IP ataupun bayang - bayang penempatan di seluruh Indonesia, bukan. Meskipun yaa tiap ada UAS/ UTS/ Pengumuman IP hal tersebut terasa mendebarkan, tetapi Tes Kompetensi Dasar (TKD), atau kalau di zamanku namanya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lebih menegangkan lagi wkwk. Bagaimana tidak, kalau tidak lulus satu seleksi ini, perjuanganku kuliah selama tiga tahun di PKNSTAN untuk menjadi seorang aparatur sipil negara, terutama di DJP bakal kandas. Hal tersebut karena salah satu syarat seseorang diangkat menjadi seorang ASN adalah harus melewati tes ini.

Bila teringat tiga tahun lalu, ketika kepala masih botak bagaikan cilok, muka masih imut belum banyak pikiran UAS, UTS, DO, Jadwal Kosong, dll, duduk di Student Center untuk mengikuti dinamika, mendengarkan direktur memberikan sambutan sekaligus tanya jawab. "Yang memilih anda masuk STAN (ketika itu nama kampusku masih STAN, red) ad…

#MeInPKNSTAN 8 - Pengumuman Instansi : Keikhlasan atas Pilihan dan Takdir

Ibarat sebuah siklus, kejadian yang pernah aku rasakan empat tahun yang lalu seakan terulang kembali. Aku terlempar dari zona nyaman, lagi. Seperti orang yang putus cinta, dua hari setelah pengumuman aku masih tidak percaya, ternyata aku diterima di pilihan pertama survey penempatan instansi : Setjen Kemenkeu. Dan itulah masalahnya. Makan tidak enak, sering melamun, dan pikiran terbang entah kemana. Dasar manusia plin plan ! Mungkin Sang Pemegang Nasib sampai berkata demikian, bagaimana aku awalnya sangat berharap, namun setelah harapan itu terwujud, justru aku mengingkari hasilnya.



Dengan hati yang bingung, kucoba menemui beberapa kolega terdekat. Dimulai dengan Iyan dan Udi di malam pengumuman instansi. Kebetulan kamar mereka di sebelah kamar kosku yang baru. “Kenapa kamu dulu milih Setjen? Kalo di DJP kan lumayan gajinya, iya to ? haha” Kata Iyan sambil menggerakkan tangan seolah memamerkan uang di depan mukaku sambil bercanda.”Kalo aku sudah fokus dengan si dia sal, di DJP insya …